EVALUASI REKAYASA LALU LINTAS SIMPANG 3 NGESENG, SENTOLO

EVALUASI REKAYASA LALU LINTAS SIMPANG 3 NGESENG, SENTOLO

 

Simpang 3 Ngeseng merupakan tempat bertemunya tiga ruas jalan yang saling menghubungkan antara jalur alternatif Wates – Yogyakarta dan Purworejo – Yogyakarta. Sisi Barat Simpang 3 Ngeseng (ruas jalur alternative Wates – Yogyakarta) berhadapan langsung dengan Jalur Kereta Api yang langsung memotong jalan (Perlintasan Sebidang dengan Jalan). Seiring dengan bertambahnya volume lalu lintas pada Simpang 3 Ngeseng, menyebabkan berbagai permasalahan antaralain kemacetan dan konflik lalu lintas yang menyebabkan potensi kecelakaan. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo sebenarnya telah menyediakan jalan alternatif pengganti untuk masyarakat agar menghindari Simpang 3 Ngeseng (melaluli Simpang 4 APILL Ngelo – Fly Over Ngelo – Pasar Sentolo Lama), namun masih ada masyarakat yang lebih memilih melewati Simpang 3 Ngeseng untuk menuju ke arah Wates sehingga timbul berbagai permasalahan seperti di atas.

Dalam rangka meningkatkan keselamatan pengguna jalan serta mengurangi kemacetan dan konflik lalu lintas perlu dilakukan manajemen dan rekayasa lalu lintas. Dalam menentukan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas perlu adanya koordinasi antara instansi-instasi terkait (Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan) antaralain “Dinas Perhubungan, Kepolisian, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Perdagangan, Bappeda, dll.

Melalui Koordinasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada hari Selasa, 25 Juli 2017, instansi yang terkait melakukan koordinasi untuk membahas mengenai Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas pada Simpang 3 Ngeseng, Sentolo. Dalam rapat koordinasi tersebut diperoleh kesepakatan sebagai berikut ;

1.       1. Masih adanya permasalahan terkait sarana dan prasarana jalan pada ruas jalan antara Simpang 4 APILL Ngelo – Fly Over Ngelo, Sentolo antara lain;

a.       Masih kurangnya perlengkapan jalan berupa rambu lalu lintas dan lampu penerangan jalan.

b.       Sebagian ruas jalan Simapang 4 APILL Ngelo – Fly Over Ngelo belum memenuhi standar teknis jalan (belum diaspal) dikarenakan terkendala masalah pembebasan lahan.

2.       2. Sambil menunggu terpenuhinya sarana dan prasarana jalan pada ruas jalan antara Simpang 4 APILL Ngelo – Fly Over Ngelo, Sentolo, maka rekayasa lalu lintas pada     perlintasan sebidang Simpang 3 Ngeseng , Sentolo adalah sebagai berikut;

a.       Lalu lintas yang dari arah Yogyakarta tidak boleh belok kanan kea rah perlintasan sebidang sehingga harus lewat Simpang 4 APILL Ngelo (dilengkapi dengan rambu larangan belok kanan).

b.       Lalu Lintas yang dari arah Kaliagung untuk kendaraan roda 2 boleh lewat perlintasan sebidang – Simpang 3 Ngeseng belok kiri tetapi tidak boleh belok kanan (dilengkapi dengan rambu larangan belok kanan), sementara kendaraan roda 4 tetap harus lewat Fly Over – APILL Simpang 4 Ngelo.

c.        Lalu lintas yang dari arah Wates, Purworejo pada Simpang 4 APILL Ngelo ke kiri arah Fly Over  boleh jalan terus (dilengkapi dengan rambu “Kiri Jalan Terus”)

d.       Kendaraan roda 2 yang dari arah Ngelo (Wates, Purworejo) pada Simpang 3 Ngeseng boleh belok kiri arah perlintasan sebidan.

3.      3. Hasil keputusan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ini ditindaklanjuti oleh PT. KAI DAOP 6 Yogyakarta dengan pemasangan patok pada pintu sebelum dan             sesudah perlintasan sebidang Ngeseng, serta penutupan total pada 2 perlintasan sebidang (tidak dijaga) yang berada antara Fly Over Ngelo – Perlintasan sebidang           Ngeseng.

 

 

Harapan dari Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah untuk menciptakan kondisi transportasi yang aman, selamat, tertib, dan lancar. Semoga apa yang telah diusahakan di forum ini mampu memecahkan masalah transportasi yang terjadi khususnya di Kabupaten Kulon Progo. –pbk.