Monitoring Angkutan Lebaran 1434H

I.   LATAR BELAKANG

  1. Bahwa mudik (perantau pulang ke tempat asal) pada masa Lebaran Idul Fitri setiap tahun sudah  menjadi budaya (kebutuhan) yang terus berkembang bagi masyarakat Indonesia.
  2. Berimplikasi pada peningkatan penggunaan jalan terutama jalan (nasional, propinsi dan kabupaten dan jalan pedesaan) oleh berbagai jenis angkutan darat disamping peningkatan penggunaan angkutan kereta api, laut dan udara.
  3. Kabupaten Kulon Progo merupakan bagian jaringan jalur lalu lintas darat nasional di wilayah jawa bagian selatan, juga akan mengalami peningkatan penggunaan jalan oleh para pemudik (yang lewat atau menuju wilayah Kulon Progo).
  4. Perlu upaya monitoring/ operasional, pengendalian dan pengamanan dalam rangka mewujudkan arus lalu lintas dan angkutan lebaran yang selamat, aman, tertib dan lancar di wilayah Kabupaten Kulon  Progo.

II.   KEADAAN DAN MASALAH

A.    Keadaan Umum

  1. Lebaran selain merupakan kegiatan keagamaan, juga merupakan salah satu kegiatan sosial budaya bangsa Indonesia yang ditandai dengan mengunjungi orang tua, sanak saudara, kerabat dan handai taulan yang dilakukan setahun sekali. Perjalanan ini sebagian besar dilakukan secara bersamaan sehingga mengakibatkan permintaan jasa angkutan meningkat tajam. Selain itu angkutan barang untuk keperluan lebaran juga meningkat drastis seiring dengan kebutuhan masyarakat pada hari lebaran.
  2. Kecenderungan semakin banyaknya pemakai sepeda motor dan penggunaan mobil barang untuk mengangkut orang yang kurang memperhatikan keselamatan kelaikkan jalan.

B.    Permasalahan

  1. Berbagai gangguan keamanan cenderung meningkat selama penyelenggaraan angkutan lebaran separti pemerasan, penipuan, pencopetan dan calo-calo di terminal bis dan stasiun kereta api.
  2. Kemacetan laulu-lintas terjadi karena adanya kegiatan ekonomi/ pasar tumpah, pariwisata, kegiatan sosial dan budaya.
  3. Masih rendahnya disiplin nasional dam berlalu lintas dan kesadaran akan arti pentingnya kemanan dan keselamatan baik operator maupun pengguna jasa transportasi menyebabkan potensi terjadinya kecelakaan cukup besar serta dapat memperburuk permasalahan kemacetan lalu-lintas pada ruas jalan.

 III.       TUJUAN

  1. Terlaksananya penyelenggaraan lalu lintas umum dan angkutan lebaran yang selamat, aman, tertib dan lancar.
  2. Meminimalisasi potensi dan terjadinya kecelakaan lalu lintas umum dan angkutan penumpang.
  3. Terlaksananya fasilitasi dan atau bantuan serta informasi yang diperlukan bagi para pemudik yang menuju/ melewati wilayah Kabupaten Kulon Progo.

 IV.      PELAKSANAAN KEGIATAN

  1. Waktu Penyelenggaraan

Kegiatan monitoring angkutan akan dilaksanakan mulai tanggal 1 Agustus 2013 (H - 7) sampai  dengan 16 Agustus 2012 (H + 7) selama 24 jam.

    2.  Lokasi Posko

  1. Terminal Wates
  2. Sub Terminal Brosot
  3. Sub Terminal Sentolo
  4. Sub Terminal Kenteng
  5. Sub Terminal Jagalan
  6. Posko Monitoring Insidentil/ Depan SPBU Wate

 V.    KEBIJAKAN MODA DARAT

  1. Pengaturan lalu lintas dan pengaturan angkutan barang
  2. Monitoring kelaikkan dan kelengkapan kendaraan angkutan di Terminal Angkutan Umum.
  3. Dihindari segala bentuk kegiatan yang dapat menghambat kelancaran arus lalu lintas.
  4. Mobil barang dilarang membawa penumpang dalam bak muatan.
  5. Pengaturan penggunaan sepeda motor 

 VI.     KEGIATAN SECARA UMUM

  1. Melalui posko yang ada melaksanakan monitoring, pengendalian terhadap keselamatan, kelancaran  dan ketertiban arus lalu-lintas dan angkutan
  2. Monitoring pendataan arus lalu-lintas di jalur jalan utama mudik (kota Wates) dan pendataan jumlah angkutan dan penumpang di Terminal Wates
  3. Pengecekan secara sampling kelaikkan kendaraan angkutan penumpang (bus) di Terminal Wates
  4. Memberikan bantuan informasi atau fasilitasi sesuai kapasitas dan kemampuan terhadap kebutuhan/permasalahan yang dihadapi pemudik. *rsd