OPERASI GABUNGAN PPNS BELUM MEMBERIKAN EFEK JERA BAGI PENGEMUDI ANGKUTAN

Selasa, 19 Februari 2019 Dinas Perhubungan Kabupaten Kulon Progo bersama Satpol PP, BKAD dan Satlantas Polres Kulon Progo menggelar operasi gabungan penegakan hukum di ruas jalan Mandung Pengasih Kabupaten Kulon Progo. Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Perhubungan Drs. L. Bowo Pristiyanto berkenan memimpin apel persiapan pelaksanaan operasi dengan memberikan pesan-pesan seputar isu kerusakan jalan di dalam kota dan upaya-upaya pencegahannya. Operasi ini dilakukan dalam rangka menertibkan kendaraan yang tidak laik jalan dengan sasaran utama adalah angkutan barang. Pemeriksaan angkutan barang tersebut meliputi persyaratan teknis dan kelaikan jalan mulai dari perlengkapan administrasi (SIM, STNK, KIR) serta penertiban kelebihan muatan dan dimensi (over dimentional over loading). Dari 84 unit kendaraan angkutan barang yang terjaring dalam operasi gabungan PPNS sebanyak 11 kendaraan yang terbukti melakukan pelanggaran terdiri atas 1 kendaraan terlambat uji KIR, 10 Kendaraan kelebihan dimensi, 5 pengemudi tidak memiliki SIM, 30 pengendara tidak membawa STNK. yang menjadi fakta menarik bahkan ada beberapa kendaraan yang memiliki surat tilang sebelumnya masih beropreasi di jalan dan terkena operasi lagi.

 

Kepala Bidang Lalu Lintas Drs. Hera Suwanto, M.M menjelaskan sesuai arahan Kepala Dishub Kabupaten Kulon Progo bertekad meningkatkan frekuensi dan kualitas kegiatan operasional ini sebagai upaya penegakan UULLAJ dan bukti kepada masyarakat bahwa Dishub Kabupaten Kulon Progo tidak akan membiarkan pelanggaran muatan terjadi lagi. Dalam kegiatan ini tidak hanya pelanggaran muatan namun pelanggaran Uji Berkala dan kelengkapan lainnya juga ditindak. Kepada pelanggar akan diberikan Surat Bukti Pelanggaran dan sanksi denda untuk memberikan efek jera kepada pengemudi angkutan barang.