FORUM LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN BAHAS JALAN TAMBANG DAN KTL

 

Senin, 26 November 2018, bertempat di Ruang APILL Dinas Perhubungan Kabupaten Kulon Progo, diselenggarakan rapat Koordinasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Forum LLAJ). Agenda forum LLAJ kali ini antara lain membahas rute angkutan tambang dan perubahan Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL)

Menurut Sekretaris Dinas Perhubungan, Joko Trihatmono, SH, M.Hum. Over Dimension Over Loading (ODOL) merupakan permasalahan yang kian marak akhir-akhir ini. Penambangan dalam rangka memenuhi kebutuhan agregat  tanah urug dan pasir di proyek Pembangunan Bandara NYIA memberi peluang besar bagi perusahaan tambang untuk meningkatkan jumlah armada dan membuka lahan baru areal pertambangan.

Sejalan dengan hal tersebut, muncul dilema permasalahan. Di satu sisi , kebutuhan material pembangunan Bandara harus terpenuhi untuk mencapai target April 2019 bisa operasional, di sisi lain jalan-jalan Kabupaten semakin banyak yang mengalami kerusakan.  Permasalahan lain yang perlu penanganan serius adalah mulai banyak kendaraan-kendaraan tambang yang melalui akses jalan perkotaan di Wates. Selain bukan peruntukannya, juga menimbulkan dampak kerusakan jalan dan  meningkatkan resiko kecelakaan lalu lintas.

Guna mengantisipasi hal tersebut, Dinas PU-PKP berusaha melokalisir kegiatan penambangan tersebut  dengan memproses penerbitan SK Bupati tentang jalan tambang, sehinga diharapkan kendaraan tambang hanya melalui jalan-jalan yang tercantum dalam SK Bupati.  Sementara menunggu proses penerbitan SK Bupati tersebut,  untuk mengantisipasi masuknya kendaraan tambang (truck, Dumptruck, dll) agar tidak melewati perkotaan Wates, dalam forum LLAJ telah dibahas pengalihan arus bagi kendaraan Tambang yang melalui kota Wates.  Pengalihan arus tersebut merujuk pada jalur jalan propinsi yang kapasitasnya lebih mampu menahan beban dari kendaraan berat. Forum LLAJ akan menerbitkan Surat Edaran bagi Perusahaan tambang dan akan melakukan pengaturan / pengalihan arus bersama Satpol PP dan Polres Kulon Progo.

Sedangkan untuk Kawasan Tertib Lalu lintas, dalam paparannya Ipda Triatmi Noviartuti S.Sos. Kanit Dikyasa Polres Kulon Progo menyampaikan bahwa KTL Kabupaten Kulon Progo saat ini berada di ruas jalan Nasional. Untuk lebih mengoptimalkan KTL tersebut sebaiknya diwacanakan KTL untuk dipindah di ruas jalan Kabupaten yang menjadi kewenangan Kabupaten Kulon Progo. Sebagai usulan,  KTL terbaru ada pada ruas jalan Brigjen Katamso (Karangnongko ke utarasampai Prapatan Brojo) dan Jalan Sutijab (Terminal Wates ke Utara sampai dengan Prapatan Brojo). Usulan tersebut disetujui oleh forum LLAJ sehingga segera ditindaklanjuti dengan usulan/draft KTL yang baru. Secara sinergis, Dinas PU-PKP akan meningkatkan kualitas sarpras jalan dan Dinas Perhubungan melengkapi kebutuhan Alat Perlengkapan Jalannya.